![]() |
| Foto: Lautan warga mengiring jenazah Kades Pegiringan, Pemalang, Kamis (30/7/2026) (Dok. akun Instagram @Pemalang.update) |
DeltaSatu.com, PEMALANG – Suasana duka menyelimuti Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, setelah Kepala Desa Pegiringan, Drs. Sukandar, meninggal dunia pada Kamis (30/7/2026). Prosesi pemakamannya menjadi viral di media sosial karena dihadiri dan diantar ribuan warga hingga memenuhi ruas jalan menuju tempat pemakaman.
Momen mengharukan tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Instagram @pemalang.update. Video berdurasi sekitar satu menit yang diunggah itu telah ditonton lebih dari 63 ribu kali, memperlihatkan lautan pelayat yang mengiringi perjalanan terakhir almarhum.
Dalam unggahan tersebut tertulis:
"Masya Allah, Ribuan Masyarakat di Kecamatan Bantarbolang ramai-ramai mengantar jenazah alm Drs Sukandar selaku Kades Pegiringan yang wafat dan dimakamkan hari ini. Husnul Khatimah, Amiin. Alfatihah."
Berdasarkan penelusuran, prosesi pemakaman berlangsung pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Ribuan warga tampak memadati jalan desa sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok pemimpin yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat.
Kasi Pemerintahan Desa Pegiringan, Slamet, membenarkan bahwa ribuan warga turut mengantar jenazah almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
"Betul, itu kejadiannya kemarin Kamis siang. Warga desa berduka, kami kehilangan sosok pemimpin, suri teladan kami," ujar Slamet saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).
Menurut Slamet, Sukandar meninggal dunia di rumah sakit pada Kamis pagi dalam usia 63 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Pegiringan maupun warga dari desa-desa sekitar.
Semasa hidupnya, Sukandar dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, merakyat, dan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Sikapnya yang terbuka dan penuh kepedulian membuatnya dicintai oleh banyak orang.
"Kami benar-benar kehilangan. Beliau orang yang baik, merangkul semua warganya, tidak pandang bulu, dan menjalankan amanah dengan baik. Yang takziah bukan hanya warga desa kami, tetapi juga banyak warga dari desa lain yang datang," tutur Slamet.
Besarnya jumlah pelayat yang hadir menjadi bukti nyata kecintaan masyarakat kepada almarhum. Ribuan warga rela berjalan kaki mengiringi prosesi pemakaman sebagai penghormatan terakhir bagi sosok kepala desa yang dinilai telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi.
Peristiwa ini pun menuai banyak simpati dari warganet. Beragam doa dan ungkapan belasungkawa membanjiri kolom komentar video yang beredar di media sosial. Banyak yang berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan seluruh amal baktinya selama memimpin Desa Pegiringan menjadi ladang pahala.





Tidak ada komentar: